Logo

Diplo Fest 2019 : Siswo Pramono Bawakan Kuliah Umum Prospek Kerjasama Ekonomi Kawasan Indo-Pasifik di UNIFA

Universitas Fajar sukses menggelar kegiatan Public Lecture (Kuliah Umum) di Ballroom Unifa. Jum'at, (22/2) yang dibawakan oleh Dr. Siswo Pramono (Kepala Badan Pengkajian dan Pengembangan Kebijakan Kementerian Luar Negeri RI) dengan tema "Prospek Kerjasama Ekonomi di Kawasan Indo-Pasifik".
 
Kegiatan ini merupakan rangkaian dari acara Diplo Fest 2019 yang diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Informasi dan Diplomasi Publik bekerjasama dengan Kementerian Luar Negeri. Dan Universitas Fajar (UNIFA) terpilih ke dalam 6 Universitas di Sulawesi Selatan sebagai tempat dilaksanakannya kegiatan ini. 
 
Kegiatan ini dilaksanakan untuk mendorong masyarakat Makassar khususnya generasi muda, mahasiswa dan pelajar untuk dapat lebih memahami dan menjadi bagian dari Diplomasi Indonesia, karena Diplomasi Indonesia adalah milik bersama.
 
Sejalan dengan itu,  Muh. Wahyu Sentosa. (Ketua Himpunan Mahasiswa HI UNIFA) mengungkapkan pendapatnya bahwa kegiatan ini dilakukan untuk membumikan Diplomasi. Karena diplomasi itu bukan hanya untuk mahasiswa jurusan Hubungan Internasional, tapi diplomasi milik semua orang. "Itulah mengapa di UNIFA ini, diangkat tema tentang prospek kerjasama ekonomi dengan artian bahwa, bahkan teman-teman dengan studi Ekonomi juga bisa melakukan diplomasi". Tuturnya. 
 
Pada kegiatan ini, tidak hanya dihadiri oleh mahasiswa UNIFA, tapi juga dihadiri oleh beberapa mahasiswa dari kampus lain seperti Universitas Sulawesi Barat, STMIK Dipanegara, Universitas Padjadjaran, serta beberapa staf kementerian luar negeri. Sebelum kuliah umum berlangsung kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Rektor UNIFA, Dr. Muliyadi Hamid, SE., M.Si.
 
Dr. Siswo Pramono dalam kuliah umum tersebut menyampaikan bahwa saat ini Indonesia giat mempromosikan 3 bidang kerja sama dalam Indo-Pasifik, yaitu (1) Kerja sama Maritime; (2) Kerja sama Konektifitas; (3) Kerja sama SDGs (Sustainable Development Goals). Tiga bidang kerja sama ini merupakan penopang yang kokoh bagi kepentingan bersama untuk membangun ketahanan nasional.
 
Dengan demikian, harapannya para generasi muda mampu mengenal lebih dalam mengenai tugas-tugas diplomat Indonesia yang tersebar di berbagai negara juga organisasi internasional. Sebab tak dapat dipungkiri, bahwa generasi muda merupakan generus penerus yang akan melanjutkan tonggak penggiat diplomasi di masa yang akan datang.


Dipost Oleh Super Administrator

Seorang administrator bagian HUMAS Universitas Fajar

416 Komentar

Tinggalkan Komentar